AKIBAT RUMAH BARUKU... - SAMBI ONLINE

AKIBAT RUMAH BARUKU...





KISAH KAMPUNG BARU HOROR

Orang tua Ega membeli sebuah rumah minimalis di sebuah kampung yang baru di bangun. Sebelum nya daerah sana adalah kawasan tambak dan persawahan. Dua hari setelah kepindahan, Pak RT datang berkunjung kerumah mreka. Ega saat itu sedang berada di dapur hanya mendengar sedikit obrolan dari Pak RT.

"Ya...Pokok nya , jangan dibuka Pak...Bu..., Saya pamit dahulu" sepenggal kata Pak RT yang di dengar Ega.

Sore nya orang tua Ega hendak kerumah saudara yang terkena musibah, lalu sebelum pergi si ibu berpesan kepada Ega dan adiknya, Indra. 

"Pokok nya kalau malam ada yang mengetok pintu jangan dibuka" ujar si ibu.
"Kenapa toh bu? Tadi aku juga sempat dengar Pak RT ngomong gitu" timpal Ega.

Di kampung itu baru saja ada orang meninggal, belum ada 7 hari, ada yang merusak kuburan nya, dan parah nya lagi tali pocong nya diambil oleh orang tersebut. Beberapa warga yang rumah sekitar pemakaman malam nya diketuk secara bergilir, sebagian tidak membuka karena sudah terlelap, sebagian lagi membuka dan muncul sosok pocong berdiri di depan pintu. Tak hanya itu, beberapa mengaku bahwa pocong tersebut muncul di jendela yang masih terbuka.

Selepas isya Ega menonton TV sedangkan Indra main bersama anak-anak seumuran nya diluar. Tak lama si Indra masuk dan bercerita kalau ada teman nya yang kenal anak komplek sebelah.

Anak itu rumah nya di datangi pocong, ibu nya sampai pingsan di depan pintu. Ega yang sempat lupa, tiba-tiba teringat pesan ibu nya. Dia segera melesat mengunci pintu dan menutup jendela. 

"Wussshhh!!!" 
"Wusssshhh!!!"

"Mas, itu suara apa?" Tanya Indra.
"Gak tau, ndra, mungkin angin" jawab Ega setengah berbisik.

Malam semakin larut, Indra sudah tertidur nyenyak. Ega masih mengerjakan PR (bagian yang paling tidak masuk akal di cerita ini). Seperti plot film horror kebanyakan, tiba-tiba terdengar ketukan. Karena sudah di beritahu supaya tidak membuka pintu, si Ega tetap diam di tempat. 

Suara ketukan itu hanya tiga kali, lalu hilang. Si Ega sudah merasa lega, dia pikir sudah tenang hingga jendela depan kamar nya di ketuk. Ketukan tersebut disertai bau busuk yang samar-samar tercium.

Posisi jendela itu menghadap kebun pisang milik warga dan di kelilingi pagar. Siapapun yang saking ingin nya bertamu sampai harus memanjat pagar orang, jelas sudah gak waras, atau mungkin gak lagi hidup....

"Kembalikan........ Kembalikan tali ku....." Suara rintihan nya berat dan menggema.

Si Ega hanya bisa terdiam, saking takut nya dia. Tak lama suara itu hilang, hanya saja ada suara yang tadi sempat di pertanyakan Indra.

"Wusshhh!!!" Mak Jleb!! 

Ega baru sadar jendela loteng belum di tutup. Gak ada suara, gak ada bau, Ega merasa aman-aman saja. Dia segera melesat ke loteng (kalau itu saya, ogah). Saat disana benar saja, jendela nya terbuka. Ega mendekati jendela itu, dan pas dia hendak meraih handel nya, bau busuk tercium. Pocong itu sudah di depan wajah nya (maaf, si Ega enggan menceritakan kondisi wajah, karena faktor menjijikan). 

Dia tersentak dan jatuh ke lantai. Sembari menahan sakit, dia coba kembali mengintip jendela. Pocong itu pun sudah tidak ada disana, dan bau nya juga lenyap.

Ega segera menutup jendela dan turun ke lantai bawah. Pas dia menuruni tangga, lampu mendadak padam. Ega terkejut, apalagi tiba-tiba bau busuk semerbak tercium. Dia yakin satu hal, pocong itu sudah di dalam....

Ega berjingkrak jingkrak, berusaha tidak menghasil kan suara apapun. Saat melewati kamar nya (kamar dengan jendela yang di ketuk tadi) , Ega melihat pemandangan tak biasa. Si Indra tidur dengan memeluk pocong tersebut. Ega sempat mematung di sana, sampai kepala si pocong menoleh ke arah nya.

"Kembalikan....!! Kembalikan...!!!" Rintih pocong tersebut.

Ega segera tancap gas ke ruang depan, diputar nya knop pintu. Berkali kali pintu tak bisa terbuka, seperti ditahan sesuatu. Baru sadar akhir nya kalau tadi pintu nya dia kunci sendiri. 

Setelah itu si Ega berteriak minta tolong, namun karena jarang nya bangunan, suara nya ditelan gelap malam. Ega menyusuri jalan setapak , lalu ada cahaya dari samping.

Malam itu Ega hampir saja ditabrak motor karena menyebrang jalan sembarangan. Orang itu turun sambil marah marah, di belakang nya terdapat senapan angin. Ega pun meminta maaf, lalu dia cerita ke orang itu kalau rumah nya di invasi pocong. Entah apa motivasi orang tersebut, dia malah membantu Ega memeriksa rumah nya.

Belum sempat orang itu masuk, pocong itu muncul dan terbang ke atap rumah tetangga Ega. Sekali lagi , ntah apa motivasi orang tersebut, dia membidik pocong dengan senapan nya.

"Dubb!!!" 

Suara senapan angin khas pemburu burung, namun peluru pertama meleset dan pocong itu melayang ke rumah yang lain. Tak mau menyerah, si mas-mas ini mengejar dan sekali lagi membidik pocong. Si pocong yang tak terima di serang, menyerang balik (?) Kearah pria itu, namun itu lah salah nya (?). Pocong itu berayun dan menerjang (?) kearah si pria, sedang kan Ega hanya mematung ketakutan.

"Dubbb!!" 

Pocong itu bertengger di pohon pisang samping rumah Ega, tak lama tembakan pria itu mengenai pocong tersebut. Asap putih mengepul dan terdapat bau benda terbakar. Si pria memanjat pagar dan mencari sesuatu.

"Nah dapat!!" Ujar nya sambil menunjukan jempol kaki bengkok berwarna pucat, yang dia bungkus daun pisang.

Setelah itu si Ega di titip kan ke tetangga nya, lalu pria itu pergi entah kemana. Besok nya orang tua Ega pulang. Orang tua Ega heran, kenapa nanyak orang berkumpul, lalu Ega menceritakan kisah nya semalam.

"Alhamdulillah ya, sudah berakhir terror kampung ini" ujar salah satu tetangga Ega.

"Sayang nya belum, buk, teror ini hanya sebagian. Gang kita ini hanya menunggu giliran nya saja, dari teror di kampung baru ini" jawab seorang bapak yang terlihat lumayan sepuh. 



SOURCE  : https://m.kaskus.co.id/show_post/5b28eb57ddd77042448b4569-/

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "AKIBAT RUMAH BARUKU..."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel